My Ice Prince Myungsoo [ Part 9 ]

Untitled-2

• Title : My Ice Prince Myungsoo Part 9
• Script Writer : KSKsayA
• Main Cast : #Bae Suzy #Kim Myungsoo
• Support Cast : Find by your self
• Genre : Marriedlife, Romance, Etc.
• Rating : PG-19
• Length : Short Story/ Short Chapter
• Disclaimer : Just Fiction 

Previous Part : [Part 8], [Part 7], [Part 6], [Part 5] , [Part 4], [Part 3], [Part 2], [Part 1]

==Part 9==

“Aku ingin kita cerai”
“Ce..cerai?”
“Aku sudah tak tahan”
“Semudah itukah kau mengungkapkan sebuah kata perceraian?”
“Semudah kau yang terlalu sering membohongiku”

Suzy sedikit melotot mendengar kalimat yang sedikit mengganggu pendengarannya.

“Yaakk.. aku sudah meminta maaf, tidakkah kau mau memaafkanku kali ini saja?”
“Bukan sekali, dan bukan juga dua kali, tapi entah yang keberapa kalinya kau membohongiku kau tau?”
“Maafkan aku.. jebal..”
“Aku tidak suka dibohongi, bagiku kejujuran adalah kunci utama dalam sebuah hubungan”

Suzy menelan liurnya dalam-dalam saat lagi, ia mendengar kalimat yang membuat pendengarannya sedikit terganggu. Kedua bola matanya bergerak menatap wajah Myungsoo.

“Kemarin mungkin aku bisa memaafkanmu, kau tau? karena aku terlalu mencintaimu. Tapi kali ini.. Maafkan aku”
“Kali ini kau tidak bisa memaafkanku karena kau sudah tidak mencintaiku lagi, bukan begitu? Iya kan? Apa kau mencintai orang yang baru? Siapa dia? Kenapa kau jahat padaku, eoh?”
“Bukan! Kau ta”

Kliiikk..
Suzy buru-buru menekan tombol power pada remote TV yang ia bawa sejak tadi, menghentikan aktivitas menontonnya yang awalnya nyaman namun tiba-tiba berubah tak nyaman. Tubuhnya merosot kebawah dengan begitu hati-hati bermaksud agar tidak membangunkan Myungsoo yang sepertinya sudah tertidur lelap.
“Sudah selesai menonton?” Myungsoo membuka sedikit kedua matanya tiba-tiba saat Suzy sudah berbaring disampingnya, saling berhadapan dengannya.
“Eoh? A..ah ne..Aku membangunkanmu ya?”
Myungsoo mengangguk pelan sembari tersenyum tipis.
“Maafkan aku, padahal aku tak berniat membangunkanmu”
Suzy memejamkan kedua matanya saat sebelah tangan Myungsoo bergerak-gerak dengan begitu lembut diatas kepalanya masih dengan senyum yang melekat dibibirnya.
Myungsoo melirik kearah dinding.
“Setengah sembilan?”
“Lama tak kutonton ceritanya jadi ngawur, jadi kumantikan saja TV-nya sebelum dramanya selesai”
“Dan drama tadi akan ku blacklist dari daftar drama favoritku” tambah Suzy.
“Bisa seperti itu?”
“Tentu saja bisa”
Kini giliran Myungsoo yang memejamkan kedua matanya saat tangan kanan Suzy mengusap lembut matanya.
“Kau kemarin tidur jam berapa?”
“Tidak tau”
“Kau pasti kurang tidur, matamu berkantung begini” Suzy menatap mata Myungsoo teliti sembari terus mengusapnya dengan lembut.
“Mungkin tidak tidur”
“Heh? Apa yang kau lakukan sampai tidak tidur begitu?”
“Memikirkanmu sampai pagi”
“Memikirkanku tentang apa?”
“Apa yang sedang istriku lakukan dan pikirkan saat aku tak tidur disebelahnya”
“Apa itu sebuah pernyataan atau pertanyaan yang harus kujawab?”
“Keduanya”
“Kau tau aku menangis hingga jam satu pagi karena memikirkanmu?”
“Aku minta maaf” Myungsoo menarik tubuh Suzy semakin merapat ke tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat membuat Suzy merasa sangat nyaman berada dalam dekapan Myungsoo.

1 Jam Kemudian..

Masih dengan posisi ternyamannya, Suzy mengangkat sedikit kepalanya keatas, menatap Myungsoo yang juga sedang menatapnya.
“Tidur Myungsoo” Tangan Suzy bergerak ke wajah Myungsoo, menutup paksa kedua mata suaminya.
Myungsoo menggeleng pelan.
“Kau mau menambah kantung dimatamu?”
“Kau yang harusnya tidur Suzy” Myungsoo memberikan kecupan kecil dibibir istrinya.
“Aku tidak bisa tidur”
“Dan aku tidak bisa tidur kalau kau belum tidur” ucap Myungsoo membuat Suzy tersipu.
“Wooyoung bilang sebentar lagi kita akan memiliki keponakan”
“Apa?”
“Istrinya positif hamil, 2 minggu”
“Aigoo..Aku ingin mengucapkan selamat pada mereka, jadi itu isi sms Wooyoung yang ingin kau tunjukkan padaku?”
“Itu hanya sebagian”
“Lalu sisanya?”
“Aku berubah pikiran untuk menunjukkannya padamu”
“Kenapa?”
“Yang lulus sensor hanya yang tadi aku bilang, sisanya…” Myungsoo menggantung kalimatnya.
“Sisanya?”
“Obrolan biasa dua pria dewasa yang sudah beristri”
“Begitu ya?”
“Emm” Myungsoo mengangguk pelan.
“Myungsoo..” panggil Suzy pelan.
“Ya”
“Aku juga ingin hamil dan memiliki anak, pasti menyenangkan” Suzy kembali menatap wajah Myungsoo dengan seksama.
Myungsoo tersenyum lebar, tangan kirinya menangkup sebelah pipi Suzy.
“Apa itu tadi sebuah kode?”
“Kode apa?” tawa Suzy.
“Kau ingin memiliki anak, apa kau sudah merasa siap menjadi seorang ibu?” Myungsoo mengelus lembut pipi istrinya.
“Tentu saja. Aku selalu siap, bahkan sebelum menikah denganmu. Kau tau salah satu keinginanku dulu ingin menikah muda dan menjadi ibu muda, agar saat anakku sudah besar aku bisa menjadi ibu sekaligus temannya”
Myungsoo semakin tersenyum lebar, ia memutar tubuh Suzy hingga kini Suzy berada dibawah tubuhnya.
Suzy membalas setiap tatapan Myungsoo yang begitu dalam tepat dikedua matanya. Matanya terpejam saat Myungsoo mulai menempelkan bibirnya pada dahinya dengan begitu lembut dan dalam. Kedua tangan Suzy yang tadinya bebas perlahan mulai bergerak keatas, memeluk pinggang Myungsoo dengan erat seiring dengan kecupan-kecupan yang Myungsoo berikan pada bibir hingga lehernya.
“Myu…Myungsoo…” Suzy meremas kaos yang menempel pada tubuh suaminya ketika bibir itu bergerak diatas lehernya.

Teett.. Teett..

Suzy membuka matanya cepat, dilihatnya wajah Myungsoo yang masih tetap terpejam dengan ekspresi wajah …..seolah tak mendengar suara bel rumah mereka yang berbunyi, Myungsoo mencium Suzy tanpa henti.
“Myung.. Myungsoo..” Suzy menepuk pelan pundak Myungsoo namun tak digubrisnya.
“Sep..per..tinya ad..a tam..u” ucap Suzy susah payah karena Myungsoo.
“Myungsoo..” Suzy kembali menepuk-nepuk pundak suaminya membuat Myungsoo akhirnya menghentikan aktivitasnya dan membuka mata.
“Kumohon jangan pedulikan apapun selain kita berdua malam ini, suara telpon, bel atau apapun itu” Myungsoo menatap Suzy serius.
“Hiraukan yang lain”
“Hanya aku dan kau untuk malam ini” ucap Myungsoo mantap membuat pipi Suzy memerah tanpa ia sadari. Perlahan, Suzy mulai memejamkan matanya lagi, menerima setiap perlakuan Myungsoo dengan kebahagiaan juga keikhlasan.

+++

“Aishh, apa aku salah datang kemari malam-malam begini?” Junho berulang kali mondar-mandir tepat didepan pintu teras rumah Suzy juga Myungsoo dengan tangannya yang tak kenal henti memencet bel rumah sahabatnya itu.
“Apa Suzy sudah tidur?” Junho menatap lurus pintu yang sedang tertutup rapat berdiri kokoh dihadapannya.
“Atau jangan-jangan Myungsoo yang melarang Suzy untuk membukakan pintu setelah tau tamunya adalah Lee Junho si pria tampan?” Junho mengusap-usap dagunya dengan jari telunjuk tangan kanannya sembari berfikir.
“Suzy tak mungkin sudah tidur”
“Drama favoritnya masih tayang dijam seperti ini” Junho bermonolog.
“Heh dasar Myungsoo! Pasti dia yang melarang Suzy! Dia tidak tau saja aku kesini untuk mengembalikan dompet istrinya yang tertinggal”
“Betapa baiknya aku padamu Suzy” Junho menatap dompet Suzy yang sedang ia pegang.
“Dompet adalah salah satu barang yang tak boleh ia lupakan untuk dibawa kemanapun saat ia per”
“Aaakkkkhhh”
“Eoh?” Junho terlonjak kaget saat mendengar sebuah teriakan keras yang ia cukup tau siapa pemilik suara itu.
“Su..Suzy?”
“Apa sedang terjadi penganiayaan didalam?” Junho melangkahkan kakinya ke area sekitar rumah Myungsoo, mencari arah sumber suara tersebut.
Langkah Junho terhenti tepat di depan jendela kamar yang tertutup rapat didekat halaman belakang rumah sahabatnnya ini. Junho melotot tak percaya, ia menelan liurnya dalam-dalam dengan begitu sulit. Bukan! Bukan sebuah suara teriakan yang terdengar lagi, tapi…suara-suara indah yang keluar dari mulut seorang pria dan wanita.
“A..aigoo…” Junho berbisik pada dirinya sendiri.
“Su..Suzy?”
“Apa itu Su..Suzy?”
“Suzy sahabatku?”
“A..aigoo.. Suzyku sudah dewasa hingga bisa mengeluarkan suara indah seperti itu” Junho menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
“Omooo..Aku tak kuat..” Junho menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, suara itu setidaknya mampu membuat tubuh Junho melemas.
“Suzy-ah.. aku patah hati.. hiks.. hiks..”
“Kau seorang wanita sekarang, bukan gadis lagi, dan kau istri Myungsoo.. hiks.. hiks..”
“Kenapa nasibku begitu malang?”

===

Suara indah gemercik air yang bersumber dari kamar mandi ditambah kumpulan sinar mentari pagi yang berkumpul menjadi satu menerobos melalui sela-sela ventilasi dan pantulan kaca kamar bercat putih itu mau tak mau membangunkan Suzy dari tidur lelapnya yang nyaman. Tubuhnya menggeliat bebas diatas ranjang tidurnya yang begitu empuk. Sedikit kernyitan terlihat pada dahi nya saat bergerak tadi, ada rasa yang sedikit aneh. Perlahan, Suzy membuka matanya dengan sempurna, menatap sekeliling kamarnya dengan seksama. Ia tersenyum kecil ketika melihat bajunya juga Myungsoo yang mereka kenakan semalam berserakan dimana-mana, kekuatan Myungsoo terlalu besar.
Suzy menatap langit-langit kamar, pikirannya kembali melayang pada kejadian tadi malam. Bagaimana Myungsoo melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana Myungsoo menikmatinya, bagaimana Suzy juga menikmatinya, bagaimana suara-suara itu bahkan Suzy sendiri tak dapat menyadari sejak kapan mulai keluar dari mulutnya, semuanya berlangsung secara alami begitu saja, bahkan terlalu indah hanya untuk dibayangkan.
Suzy tersenyum lebar, sangat lebar. Berulang kali ia menenggelamkan wajahnya dibalik selimut yang membungkus tubuh polosnya, membukanya lagi, menenggelamkannya lagi, dan terus seperti itu hingga suara pintu bergeser diikuti dengan suara gemercik air yang tadi ia dengar mulai tak terdengar lagi membuatnya kini bersembunyi dibalik selimut, ia terlalu malu walau hanya untuk menatap Myungsoo pagi ini.
“Kenapa pura-pura tidur seperti itu?” Suzy terlonjak saat Myungsoo mengangkat selimut yang menutupi wajahnya, entah sajak kapan Myungsoo sudah duduk disisi ranjang, disamping tubuhnya.
“Aku malu” Suzy buru-buru menarik guling didekatnya untuk menutupi wajahnya lagi.
“Apa yang membuatmu malu?” Myungsoo kembali menarik guling yang Suzy gunakan untuk menutupi wajahnya yang mulai memerah.
“Yang kemarin itu.. itu yang pertama bagiku”
“Aku tau” jemari tangan Myungsoo kini terangkat, mengacak pelan puncak kepala Suzy, rambut panjangnya terlihat sedikit berantakan.
“Aku bisa merasakannya” Myungsoo tersenyum lebar penuh arti.
“Yang kemarin juga yang pertama untukku” lanjut Myungsoo.
“Apa aku menyakitimu?” Myungsoo menatap wajah istrinya dengan seksama.
“Sedikit”
“Maafkan aku” ucap Myungsoo tulus.
“Tidak” Suzy menggelengkan kepalanya dengan cepat.
“Sakitnya hanya sedikit, sungguh” Suzy memejamkan kedua matanya saat Myungsoo memajukan sedikit tubuhnya dan mencium keningnya penuh sayang.
“Terimakasih”
“Untuk apa?”
“Mau menjadi istriku”
“Kalau begitu aku juga berterima kasih”
“Untuk?”
“Sudah menjadi suamiku, hehehe” tawa Suzy pelan dibalas senyuman hangat oleh Myungsoo.
“Mandilah, aku akan mengganti seprainya”
“Emm” angguk Suzy.

==TBC==

Iklan

89 thoughts on “My Ice Prince Myungsoo [ Part 9 ]

  1. Wahhhh,,, kgak nyngka q ,,
    Mreka tlah rsmi skrg ,, wkwkwkwk

    Heheheh kshan si u young kekekeke

    Yahh,, q pkir udh end trnyta blom tohh,,,

    Kekekek lw gtu d tunggu klnjutanny y authorr… Crta ny mkin lma mkin ddaebak thorr q ska bgt…

  2. myungsoo~~ aaaaakkkkk!!! ga tau deh thor mau komen apa.. author ffnya keren deh! suernya itu kelakuannya myungsoo ke zusy dr awal bikin gw senyum senyum sendiri tho~ :3!
    btw gw udh nyari ff ini lama tau thor.. tp br nemu sekarang.. hhaha… lanjut ya thor!! sayang bgt soalnya kalo ga di lanjut. semangat nulisnya thor!! ^^9

  3. Thor, aku udah ikutin dari awal sekrang baru bisa koment soalnya baru paham koment di blog haha. Thor kelajutannya gimana thor? Ceritanya kocak thor dari es bisa meleleh gitu myoongsoonyaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s