Our Bad or Good Marriage Life?? [Twoshoot-Part 2]

our-bad-or-good-marriage-life

• Title : Our Bad or Good Marriage Life?? Part 2
• Script Writer : Kim Soo Kyung
• Main Cast : #Bae Suzy #Kim Myungsoo
• Support Cast : #Park Jiyeon #Choi Minho #Etc
• Length : Twoshoot
• Genre : Marriage Life, Romance, Etc.
• Disclaimer : Karena Jiyeon dan Suzy juga Myungsoo dan Minho ceritanya kakak adik jadi anggap aja marga mereka sama ya ^^

Previous Part : [Part 1]

==Check This Out==

–Myungsoo POV–
Kutatap lekat setiap detail wajah cantiknya yang sedang berbaring indah memeluk tubuhku ditengah tidur lelapnya. Kurasa ia terlalu lelah setelah.. Aahh aku malu bila harus menjelaskannya lebih lama.
Tokk.. tokk.. tokk..
Dapat kudengar suara ketukan seseorang dari arah pintu kamar hotel kami. Dasar pengganggu! Mereka tidak tahu bila aku baru saja menikmati yang namanya malam pertama? Ani,, ini belum malam tapi masih siang! Lalu apakah harus berubah nama menjadi siang pertama? Kusingkapkan tubuh istriku kesamping, kuangkat sedikit selimut yang menutupi tubuhku dan tubuhnya sejak tadi. Kubangunkan tubuhku malas dan kukenakan handuk mandi untuk menutupi tubuhku.
Klek..
Kubuka pintu kamar kami dan siapa yang datang?
“Mwo? Minho hyung.. Jiyeon.. mengapa bisa ada disini?” tanyaku kaget setelah melihat bahwa yang mengetuk pintu kamar ini adalah mereka.
“Kami hanya ingin menyusul kalian!” jawab Jiyeon dengan penuh keceriaan.
“Myungsoo-ah kau topless? Hanya berbalut sebuah handuk? Apa kau dan Suzy???” Minho hyung tersenyum menyeringai padaku.
“Yaakk.. yaakk.. yaakk.. jangan berpikiran aneh! Aku baru akan mandi!” belaku pada Minho.
“Melakukannya juga tidak masalah pabbo! Kalian kan suami istri, hihihi” celetuk Jiyeon kemudian.
“Oppa.. saengi kesayanganku mana? Mengapa ia tak tampak?” tambah Jiyeon lagi.
“Su.. Suzy? Dia.. dia sedang sakit, sekarang dia sedang tertidur” jawabku gugup.
“Sakit? Yaakk apa yang kau lakukan pada yeodongsaengku hingga ia bisa sakit? Aku ingin menemuinya!” Jiyeon mendorong tubuhku kesamping agar ia bisa masuk ke dalam.
“Tidak boleh! Kau akan mengganggunya! Jangan masuk!” aku berusaha menahan tubuhnya agar ia tidak berhasil masuk, bukankah akan sangat membahayakan bila ia masuk kedalam? Aku tak mau mereka tahu, aku maluuuu!
“Kau mencurigakan!” Jiyeon memincingkan sedikit matanya.
“Pokoknya aku ingin masuk! Dia dongsaengku!” ia hendak menerobos masuk namun..
Buukkk..
Sayangnya gerakan tanganku jauh lebih cepat. Kututup pintu kamarku sebelum ia berhasil masuk dan setidaknya aku lolos dari mereka saat ini.

Yeoja ini pemalas sekali, bahkan aku yang sudah selesai mandi dan rapi seperti ini tapi ia belum juga bangun? Apa aku sungguh-sungguh membuatnya lelah? Kurebahkan tubuhku disampingnya, kugunakan tangan kananku untuk menopang wajahku. Aku hanya bisa menatapnya yang tengah tertidur pulas dibalik hangatnya selimut yang menyelimuti tubuhnya. 10 menit terus seperti ini hingga akhirnya kulihat tubuhnya menggeliat dan ia terbangun.
“Kau sudah bangun? Apa tidurmu nyenyak? Kau tahu? Kau tidur lama sekali! Aku bosan menunggumu bangun!” tanyaku masih dengan posisi yang sama.
“Jangan memandangku seperti ini, aku seperti penjahat yang sedang diintrogasi!” ia mendorong tubuhku sedikit menjauh.
“Satu lagi! Aku tak ada memintamu menungguku hingga bangun kan?” tambahnya.
“Lupakan! Kau tahu? Minho dan Jiyeon ada disini”
“Jinjjayo? Mereka dimana sekarang? Kamar nomor berapa? Untuk apa mereka ada disini?”
Taakk..
Aku menjitak kepalanya.
“Tanya satu-satu, kau ini!”
“Appo! Kenapa kau jahat sekali pada istrimu!”
“Itu ungkapan rasa sayang pabbo!”
“Tak ada suami yang mengungkapkan rasa sayangnya pada istrinya dengan menjitak kepalanya!”
“Mulai sekarang ada! Yaitu aku!”
“Lupakan! Lalu dimana mereka?”
“Aku lupa menanyakan nomor kamar mereka, kau ingin menemui mereka?”
“Emmm..” ia mengangguk dengan semangatnya.
“Mandilah setelah itu aku akan mengajakmu mencari mereka!”
“Baiklah! Tunggu 30 menit lagi aku akan berubah menjadi cantik, wangi dan juga rapi tentunya. Tapiii.. oppa tutup matamu!” perintahnya.
“Waeyo?”
“Yaakk aku mau ke kamar mandi, kau tahu keadaanku sekarang kan?”
“Aigoo.. bahkan kita sudah saling mengetahui luar dalam masing-masing Suzy-ah, tak usah malu..”
“Tidak mau! Aku tetap malu! Tutup matamu!” tukasnya.
“Aisshh, ne! ne! ne! Aku lakukan! Cepat mandi!” kuturuti kemauannya.
“Oppa.. jangan pernah membuka matamu sampai aku katakan kau boleh membukanya!”
“Arraseo!!!” jawabku setengah berteriak.

===
–Suzy POV–
Sesuai apa yang kukatakan, 30 menit aku sudah cantik, wangi dan rapi kembali setelah sebelumnya mungkin keadaanku sedikit berantakan. Ia menggandeng erat jemari tanganku keluar kamar hotel dan ternyata disaat yang sama sepasang suami istri keluar dari kamar mereka yang terletak tepat disebelah kamarku dan Myungsoo. Sekilas wajah mereka terlihat olehku karena mereka memakai topi pantai dan kurasa aku mengenalnya.
“Unnieeee!!!” teriakku.
“Saengiiiii!!! Kami baru saja hendak menemui kalian” ucap Jiyeon unnie.
“Jadi kamar kalian disebelah kamar kami?” tanyaku.
“Ne! Kami memesannya khusus!” ucap unnieku tersenyum.
“Kalian mau kemana?” tanya Minho oppa padaku dan Myungsoo.
“Mencari kalian” jawab Myungsoo.
“Bukankah ini waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama? Ayo kita kepantai!!” ajak Jiyeon unnie semangat.
“Ide bagus!” ucap Myungsoo santai lalu menarik tanganku untuk pergi bersama mereka.
“Kalian romantis bila akur seperti ini, kemajuan yang sangat pesat! Bahkan dari tadi tangan kalian tak pernah saling melepas satu sama lain” ledek Minho oppa. Dia berhasil membuatku kikuk, aku dan Myungsoo saling melirik kearah tangan kami yang saling bergandengan sejak tadi. Refleks aku menarik tanganku dari genggamannya namun ia menahannya, ia tetap menggandeng tanganku erat.
“Ada masalah? Dia kan istriku! Bila yang kugandeng adalah istrimu kurasa baru itu masalah besar hyung” jawabnya cool lalu menarik tanganku meninggalkan mereka, sedangkan mereka? mereka hanya tertawa cekikikan di belakang kami. Aku tahu! Karena aku menoleh sekilas ke belakang.

Kami berempat sudah tiba di pantai, namja ini selalu menggenggam tanganku erat dengan tangannya yang kurasakan begitu hangat. Menelusuri setiap bibir pantai seraya menghirup segarnya udara disini. Sedangkan Minho oppa dan Jiyeon unnie, mereka lebih memilih duduk di hamparan pasir pantai, unnieku dengan nyamannya bersandar dipangkuan Minho oppa.

“JIYEON-AH JEONGMAL SARANGHAEYO”
Teriakan itu begitu jelas terdengar ditelingaku dan Myungsoo hingga membuat kami menoleh ke arah sumber suara. Siapa lagi pelakunya jika bukan sepasang suami istri yang sedang dimabuk cinta itu, Minho oppa dan Jiyeon unnie.
“Oppa, kenapa hyungmu bisa seromantis itu eoh? Kau harus belajar banyak darinya!” ucapku pada Myungsoo yang tepat berdiri disampingku seraya menyaksikan mereka sama sepertiku.
“Dia tidak romantis! Tapi terlalu berlebihan!” belanya.
“Yaakk itu sama sekali tidak berlebihan, justru hal itulah yang paling disukai seorang wanita. Kau tahu apa yang Minho oppa lakukan tadi akan membuat hati setiap wanita meleleh!”
“Aku tidak suka mengumbar kemesraan dengan orang yang kucintai di muka umum, aku hanya akan melakukannya bila kita hanya benar-benar sedang berdua, tak ada orang lain, tak ada siapapun, karena aku tak mau ada orang lain yang melihatmu. Hanya aku, hanya aku yang boleh melihatmu!”
“Aisshh kau terlalu banyak alasan, akui saja bila kau memang tak bisa bersikap romantis pada seorang yeoja, ia kan?”
“Kau mau aku bersikap romantis padamu sekarang?”
“Emmmm” aku mengangguk pasti.
“Ayo kembali ke hotel!”
“Hotel?” aku mengernyitkan dahiku.
“Sudah kubilang aku tidak bisa memamerkan kemesraan dimuka umum kau ini pabbo sekali..”
“Kau yang pabbo! Bilang saja kau memang tidak bisa seperti hyungmu!”
“Yaakk Bae Suzy! Tanpa melakukan hal yang sangat berlebihan sepertinya aku sudah membuat hatimu meleleh oleh pesonaku kan?” ucapnya percaya diri.
“Jangan terlalu percaya diri! Hatiku masih utuh tak pernah meleleh sedikitpun karenamu”
“Sungguh? Tak pernah sedikitpun?”
“Tentu!”
“Kau melupakan yang kemarin?”
“Kemarin?” aku kembali mengernyitkan dahiku.
“Aku.. aku.. aku juga mencintaimu mencintaimu mencintaimu!! Dan yeoja itu! Aku ingin menjambaknya, menamparnya, menendangnya. Seenaknya memeluk suami orang bahkan istrinya sendiri tak pernah memeluknya!” ia memperagakan ucapanku kemarin sama percis, tak kurang dan tak lebih.
“Yaakk, haruskah kau mengingat kata-kataku hingga se-detail itu eoh?” aku mendengus kesal.
“Memory otakku terlalu tajam untuk melupakan kata-kata dari yeoja yang sebelumnya menghinaku dan menghujatku namun tiba-tiba mengucapkan bila ia mencintaiku, hahaha” ia tertawa puas kini.
Buukk..
Aku menendang kakinya keras.
“Appo! Kenapa kau hobby menendang kakiku, kulit putihku akan lebam bila kau tendang!” ia meringis kesakitan.
“Dan kau! Kenapa hobbymu selalu membuatku kesal! Aku benci padamuuu!”
“Aisshh, yeobo-ah aku hanya bercanda, jangan marah padaku. Kau mau wajahmu yang cantik ini tiba-tiba mengkerut karena kau marah-marah seperti ini?” ia mengatupkan kedua tangannya pada pipi kanan dan kiriku lalu mendongakkannya sedikit keatas agar ia bisa dengan jelas menatap wajahku.
“Ikut aku..” kini ia menarik tanganku secara tiba-tiba.
“Kemana?”
“Ke tempat yang akan membuat hatimu meleleh” ucapnya sembari menarik tanganku sedang aku hanya mengikuti tarikan tangannya dengan tatapan bingung.

Ia mengajakku masuk ke sebuah restaurant mewah dan menggiringku ke lantai paling atas restaurant ini. Sangat indah! Dari sini keindahan pulau Jeju sangat terlihat jelas, seluk beluk pulau Jeju tak ada yang terlewatkan dari penglihatanku.
“Restaurant semewah ini dengan view yang sangat mendukung tapi sama sekali tak ada pengunjung?” gumamku sembari melihat sekeliling.
“Baru saja aku menyewanya khusus untuk kita berdua, hanya kau dan aku juga 1 chef dan 1 pelayan saja” ia mengedipkan sebelah matanya padaku.
Ia menarik tanganku menuju ke sebuah meja kemudian menarikkan sebuah kursi agar aku bisa duduk disana. Setelah aku kini ia duduk tepat dihadapanku, menarik tanganku kedepan dan menggenggamnya erat.
“Emmm.. Suzy-ah.. mungkin aku tak pernah bisa mengucapkan sebuah kata cinta secara frontal padamu seperti apa yang sering Minho hyung lakukan pada unniemu. Mulutku terlaku kaku untuk mengucapkan kata-kata cinta seperti itu, tapi satu hal.. aku sungguh-sungguh mencintaimu dan menyayangimu. Setidaknya inilah yang kurasakan dihatiku. Aku mungkin akan sulit mengungkapkannya melalui rentetan kata-kata romantis tapi aku akan mengungkapkannya padamu melalui tindakanku” ucapnya tulus, setidaknya itu yang terpancar diwajahnya.
“Op.. oppa.. apa kau sungguh Kim Myungsoo suamiku? Bila ia apa kau sedang sakit?” ucapku terheran-heran seraya menempelkan tangan kananku pada dahinya.
“Yaakk Bae Suzyyy! Aku sedang serius!” ia menyingkirkan tanganku yang menempel pada dahinya tadi dengan kesal.
“Aku tahu kau serius..” aku tersenyum menatapnya.
“Lagi pula aku tak akan memintamu untuk mengucapkan kata-kata cinta yang sok romantis padaku, cukup tunjukkan rasa cintamu dengan tindakan-tindakan yang akan membuatku merasa nyaman untuk selalu berada disampingmu dengan caramu sendiri” tambahku lagi sedangkan raut wajahnya yang sebelumnya kesal berubah menjadi senang kini.
“Masih ada 1 lagi, clap.. clap..” ia menepukkan kedua tangannya dan beberapa saat kemudian muncul seorang pelayan yang membawakan satu buah gitar kearah kami.
“Ijinkan aku menyanyikan satu buah lagu untuk mu”
“Dengan gitar ini?”
“Emmm..” ia mengangguk pasti.
“Bolehkan aku jujur oppa?” tanyaku pelan.
“Apa?”
“Aku tak suka gitar, aku tak suka dengan nada-nada yang dihasilkan dari petikan-petikan gitar..”
“Aaahhhh Bae Suzy kau membuatku frustasi! Kau minta agar aku bersikap romantis, setidaknya menyanyikan sebuah lagu untuk pasangannya adalah tindakan romantis, dan sekarang kau bilang tidak suka!” ia mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Tapi aku suka piano, mainkan aku piano itu oppa!” aku menunjuk ke sebuah piano yang terletak disudut ruangan restaurant ini.
“Aku tak mahir bermain piano!”
“Ayolah oppa demi aku!”
“Emmm baiklah akan ku coba” katanya menyetujui kemudian.
Ia berdiri dari duduknya dan berjalan kearah piano itu namun tidak langsung memainkannya. Sepertinya ia sedang mempelajari nada-nada lagu yang akan ia bawakan dengan piano itu sebentar lagi. Dan kurasa ia sudah yakin sekarang, jari-jarinya mulai bermain diatas piano itu. Awalnya aku tak bisa menebak nada-nada yang ia mainkan hingga ia mulai bernyanyi akhirnya aku tahu ia sedang membawakan lagu Caffeine dari Yoseob feat. Junhyung Beast yang ia rubah sedikit-sedikit, Myungsoo’s Version!
♬You back to me..So back to me..Suzy you like a caffeine♪
♬You back to me..So back to me..Suzy you like a caffeine♪
Ia terus menyanyikan bagian itu seraya menatapku lekat dengan senyuman yang terukir indah dari bibirnya yang kuakui berhasil membuat hatiku meleleh! Aaahhh Kim Myungsoo hari ini kau romantis sekaliii! Aku berjalan menghampirinya, memeluk tubuhnya dari belakang dan mencium lembut pipi kanannya.
“Hentikan, aku sudah puas mendengarnya” kataku yang kemudian ia turuti.
“Kau suka?” ia mendongakkan kepalanya keatas menatapku.
“Ne!”
“Ingin mengucapkan sesuatu padaku?”
“Emmm.. ada!”
“Apa?” tanyanya antusias.
“Aku lapar! Ayo kita makan sekarang..”
“Yaakk Bae Suzy.. kukira kau akan mengucapkan sesuatu yang akan membuat hatiku senang, tapi kau hanya mengatakan kalau kau lapar? Sungguh hanya lapar?”
“Aku memang lapar, lalu aku harus berkata apa lagi?”
“Tidak ada! Kajja kita makan sekarang!” ia menarik tanganku kembali ke meja.

===
Hari ini kami telah tiba dirumah setelah sekitar 2 minggu kami berempat berlibur di Pulau Jeju, kata eomma dan appa ini honeymoon tapi kataku ini tak ada bedanya dengan sebuah liburan biasa. Dan selama 2 minggu itu pula aku selalu dibuat lelah setiap malam oleh namja yang bernama Kim Myungsoo itu. Dibalik sifatnya yang terkadang menyebalkan dan sok cool ternyata dia?? Bodohnya kenapa aku sama sekali tak sanggup menolaknya setiap ia memintanya?
“Haaahh, aku sungguh merindukan kamarku!” aku menghempaskan tubuhku diranjang.
“Dan aku rindu kasurku, haahh..” ia mengikutiku.
“Menjauh! Badanmu bau!” aku mendorong tubuhnya yang sedang memelukku.
“Tidak mau!” ia malah semakin mempererat pelukannya.
“Andwaeee! Badanmu bau sekali sungguh aku tak kuat! Kumohon mandilah oppa, setelah itu kuijinkan kau memelukku sesuka hatimu” mohonku sungguh-sungguh.
“Hey yang bau kau atau aku? Disini status kita sama-sama belum mandi pabbo!”
“Tentu saja kau! Kau pikir aku? No!”
“Jinjjayo? Coba ku cium..” ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, semakin dekat dan dekat..
“Yaakk jangan mencari kesempatan!” aku membungkam mulutnya dengan tangan kiriku.
“Percuma..” ia melepaskan tanganku dari mulutnya dan menahannya dengan tangannya sendiri dan melanjutkan apa yang harusnya ia lakukan sejak tadi. Dekat.. semakin dekat.. sangat dekat.. 1 inci lagi.. aku memejamkan mataku..
Tookk.. tookk.. tookk..
“Saengi.. Myungsoo oppa.. keluarlah..” teriak Jiyeon unnie dari arah pintu. Mendengarnya aku kembali membuka mataku yang terpejam.
“Unniemu.. kenapa dia selalu datang disaat-saat seperti ini?” Myungsoo mendengus kesal aku hanya tertawa kecil melihat wajahnya.
“Minggir!” kudorong tubuhnya lalu aku bangun dan membukakan pintu untuk unnie kesayanganku.
“Ada apa unnie?”
“Ada hal penting yang harus kita bicarakan. Kau, aku, Myungsoo oppa dan Minho oppa. Sekarang juga di ruang tamu, kajja panggil dia” perintahnya.

“Ada apa?” tanya Myungsoo oppa disaat kami berempat sudah berkumpul diruang tamu.
“Ini..” unnieku memberikan kami sebuah kertas panjang yang berisi banyak tulisan bila dilihat sekilas. Seperti kertas daftar belanja namun ini jauh lebih panjang. Aku dan Myungsoo oppa saling menatap dalam bingung.
“Baca!” perintah Minho oppa pada kami.
_Target I_
1. Mission 1 – membuat Myungsoo dan Suzy dekat (centang)
2. Mission 2 – membuat Myungsoo dan Suzy merasa saling membutuhkan (centang)
3. Mission 3 – Membuat Myungsoo dan Suzy saling mencintai+mengakui bahwa mereka saling mencintai satu sama lain (centang)
4. Mission 4 – mengulang Mission 1 dan 2 hingga Mission 3 benar-benar berhasil (-)
_Target II_
Membuat Myungsoo dan Suzy menjadi pasangan suami istri yang seutuhnya. Tidak manja, mandiri, membersihkan rumah sendiri tanpa pembantu dan menyiapkan sarapan, makan siang, juga makan malam sendiri (-)
_Target III_
Membuat Jiyeon dan Suzy hamil anak pertama mereka dilanjutkan 1 tahun berikutnya terhitung dari waktu melahirkan Jiyeon dan Suzy hamil anak kedua mereka dan begitu untuk seterusnya (-)

Cr : Bae_Kim

“Aigoo, ige mwoya? Kami tak mengerti!” protesku.
“Kalian tak perlu mengertikannya karena itu adalah tugas kami selama ini yang kalian tak perlu tahu, keunddae.. seperti yang sudah kalian baca, kalian sudah sama-sama dewasa. Buat eomma dan appa bangga pada kalian. Kalian mengerti maksud kami kan? Jadi mulai sekarang aku dan Jiyeon akan tinggal di bagian belakang rumah ini dan kalian akan tetap disini. Mulai sekarang semuanya adalah tanggung jawab kalian, dan kau Suzy-ah dilarang meminta bantuan unniemu apapun itu terutama soal memasak! Arra?” tandas Minho oppa.
“Yaakk ini terlalu berlebihan! Dan lagi, bagian belakang? tetap disini? Aku tak mengerti!” protes Myungsoo pada hyungnya.
“Itu karena kau tak pernah peduli dengan sekitarmu, telusuri seluk beluk rumah ini maka kau akan tau! Yeobo-ah kajja kita istirahat..” mereka meninggalkan kami berdua.
“Kurasa kesengsaraan akan segera tiba, hiks.. hiks..” gumamku pasrah.

===
Drtt.. Drtt..Drtt..
Hpku tiada hentinya bergetar sejak tadi yang membuatku terpaksa harus bangun. Kuraba sedikit demi sedikit meja kecil yang terletak disamping ranjangku untuk meraih handphoneku yang sejak tadi bergetar.
“Jam 6?” gumamku melihat jam di ponselku.
Kubuka lock screen ponselku dan ternyata ada 5 sms dari orang yang sama dengan text yang sama.
From : Jiyeon unnie
Saengiiii bangunnnnnn!! Suamimu dan suamiku sudah mulai masuk kantor hari ini, kau tahu kan? Buatkan dia sarapan, arra??

To : Jiyeon unnie
Aku masih mengantuk!

From : Jiyeon unnie
Kau masih mengantuk? Baiklah tunggu aku disana, aku akan membawakan seember air ke kamarmu arra?

To : Jiyeon unnie
Ne! Ne! Ne! Aku bangun sekarang! Unnie kenapa kau jahat padaku sekarang? Satu lagi! Apa yang harus kusiapkan?

From : Jiyeon unnie
Ini demi kebaikanmu chagiya..
Hal sebodoh itu perlu untuk ditanyakan? Biasanya kau sarapan dengan apa?

Setidaknya itu balasan terakhir dari unnie, kenapa dia menyebalkan sekarang? Dengan malas aku bangun dan pergi ke dapur menyiapkannya sarapan. Roti panggang dan susu hangat! Andai kodrat bisa dibalik, aku ingin suamilah yang menyiapkan segala keperluan istrinya, tapi tidak mungkin!

–Myungsoo POV–
Penciumanku memang akan berubah menjadi sangat tajam bila ada bau makanan, kubuka mataku perlahan dan kubangunkan tubuhku mencari sumber aroma itu. Dia..sudah bangun? Bahkan menyiapkan sarapan? Dia sakit? Sulit dipercaya! Kudekati tubuhnya dan memeluknya hangat. Mengecup pipinya kanan dan kiri.
“Aku menyukai aroma tubuhmu saat baru bangun, wanginya seperti bayi, meski baru bangun tapi tetap wangi..” aku berbisik ditelingaanya.
“Tentu saja, aku tak bau sepertimu!” jawabnya ditengah kesibukannya yang sedang mengaduk susu hangat buatannya.
“Kau menyiapkannya untukku?”
“Bukan! Tapi kita! Dan terpaksa!”
“Terpaksa atau tidak aku tetap berterima kasih, setidaknya aku merasa benar-benar memiliki seorang istri seutuhnya sekarang” aku mengecup puncak kepalanya. Mendengar apa yang kukatakan tadi ia menghentikan aktivitasnya lalu berbalik menghadapku.
“Kau sakit? Pagi ini kau sedikit??” ia menempelkan kedua tangannya pada kedua pipiku.
“Hanya ingin membuatmu senang, apa yang tadi sudah cukup romantis? Mengalahkan hyungku?”
“Kurang sedikit lagi bila kau memang ingin menyainginya” jawabnya santai.
“Mandilah! Sudah jam setengah 7, unnie bilang kau dan Minho oppa sudah mulai masuk kantor kan?” perintahnya kemudian.
“Poppo..” pintaku manja.
“Yaakk tadi malam sudah!”
“Tadi malam ya tadi malam, sekarang ya sekarang..”
“No! Sebelum kau mandi!” ia membalikkan badanku dan mengarahkannya menuju kamar mandi.

“Hati-hati! Dan jangan pulang malam! Aku takut bila tiba-tiba rumah ini mati lampu lagi seperti waktu itu!” ia berteriak dari teras depan seraya melihatku yang sudah siap menancap gas untuk pergi ke kantor.
“Neeeee!” teriakku kemudian dan melajukan mobilku cepat.

–Suzy POV–
“Myungsoo oppa sudah berangkat?” suara itu terdengar tiba-tiba menusuk telingaku. Entah darimana dia datang aku tak mengerti. Seperti hantu yang datang dan pergi dengan tiba-tiba.
“Kau membuatku kaget unnie!” protesku.
“Hihihi mianhae saengi.. Ini!” ia menyodorkan sebuah sapu padaku.
“…” aku hanya mengernyitkan dahiku tanpa mengatakan sepatah katapun.
“Apa kau bisa melihat debu-debu berkeliaran dirumahmu eoh? 2 minggu kau tinggalkan rumah ini. Aku akan membersihkan wilayahku dibelakang sedangkan kau wajib membersihkan wilayahmu juga. Setelah menyapu kau mengepel, setelah itu basahi tanaman-tanaman hias yang ada didepan dilanjutkan dengan menyingkirkan daun-daun kering yang masih menempel pada tempatnya sertaaa..”
“Unnie stopp!! Kau ingin membunuhku secara perlahan dengan tugas sebanyak itu?” protesku keras.
“Jangan mengeluh! Hanya turuti dan laksanakan! Kau tak sendiri, akupun melakukan apa yang kusebutkan tadi.. Berani menolak? Appa dan eomma akan turun tangan!”
Cuupp.. ia mengecup pipiku lalu berlenggang pergi.
Aahhhh andwaeeee! Aku hanya menatap bisa menatap kepergiannya dengan rasa kesal.

Teett.. teett.. teett..
Bel rumahku berbunyi, tanpa perlu ditebak kutahu siapa yang memencetnya. Tentu saja penghuni rumah ini yang sejak tadi pagi pergi ke kantor hingga baru pulang jam 8.30 malam ini.
“Kenapa baru pulang?” introgasiku sesaat setelah pintu sudah kubuka.
“Pekerjaanku menumpuk, ini karena 2 minggu tak kuambil..”
“Tadi siang kau makan apa?”
“Jiyeon membawa makan siang untuk hyungku tadi dan ia juga membaginya padaku”
“Emmm.. Lalu makan malam?”
“Entahlah aku sama sekali tak ingin makan, jadi tak usah khawatir untuk mencari resep, hahaha..Kajja ke kamar aku ingin cepat-cepat mandi” ia menarik tanganku kemudian.

“Haahh, segar sekali! Mandi memang satu-satunya hal yang dapat menghilangkan rasa penat hanya dalam sekejap” ia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang mengikutiku yang sedari tadi sedang membaca majalah fashion wanita.
“Wajahmu tampak tak secerah biasanya” tambahnya.
“Kau tahu? Seharian ini aku menjadi pembantu! Menyapu, mengepel, menyiram tanaman, dan masih banyak lagi! Badanku terasa mau patah semua! Oppa.. aku jadi teringat eomma, kau tahu? Setiap pagi ia selalu mengetuk pintu kamarku agar aku bangun dan tak terlambat sekolah, sebelumnya ia sudah menyiapkan sarapan untuk kami. Sesaat sebelum kami pergi ia tak pernah lupa memasangkan dasi pada appaku, menyiapkan buku-buku pelajaran milikku dan unnie. Siangnya ia sendiri yang menjemputku, sampai dirumah rumah kami dalam keadaan sangat rapi lengkap dengan makan siang yang sudah terhidang di meja makan. Dan itu semua ia lakukan seorang diri tanpa sentuhan tangan seorang pembantu. Sorenya ketika appa pulang ia bahkan menyambut kedatangannya dengan senyum hangatnya. Tak pernah sekalipun raut kelelahan yang ia perlihatkan. Hari ini aku tahu, menjadi seorang istri bukanlah tugas mudah, bahkan yang kulakukan tak sebanding dengan yang eommaku lakukan. Oppa.. hari ini aku akan belajar seperti eommaku! Aku akan berusaha! Meski melelahkan bahkan sangat!”
“Itulah yang membuat wanita itu spesial dimata seorang namja seperti kami Suzy-ah. Aku senang kau seperti ini, Bae Suzy..Fighting!!!” semangatnya.
“Kurasa aku sudah bisa memberikan tanda centang pada Target II” kataku semangat.
“Emmm Suzy-ah..” ia merebut majalah yang kupegang sejak tadi lalu menutupnya rapat dan meletakkannya diatas meja.
“Aku mencium sesuatu yang tidak mengenakkan darimu oppa!”
“Tepat!! Kita juga akan memberikan tanda centang pada Target III” bisiknya. Tangannya meraih tengkukku, wajahnya mulai mencari wajahku hingga mempertemukan bibirku dan bibirnya. Melumatnya dengan penuh kelembutan sedangankan tangannya kurasa mulai melepaskan satu demi satu kancing piyamaku sampai akhirnya…

===
Siang ini aku pergi kekantornya, aku membawakan makan siang untuknya hasil eksperimenku terhadap bumbu-bumbu masakan yang aku sendiri tak tahu namanya. Tapi tenang saja, aku sudah mencobanya tadi. Tak buruk! Kubuka pintu ruang kerjanya dan..
“KIM MYUNGSOO!!! Jadi inikah pekerjaanmu sehari-hari? Berciuman dengan sekretarismu sendiri? Aku sangat membencimu!!” aku berlari meninggalkannya.
“Yeobo-ah kau salah paham!!” aku dapat mendengar teriakannya, aku mempercepat lariku saat kutahu ia mengejarku. Bahkan ia tetap mengejarku dengan mobilnya disaat aku sudah melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi?
Tinn.. Tinn.. Tinn..
Ia terus memencet klakson mobilnya di belakangku.

Buukk.. kututup pintu kamarku kencang.
“Suzy-ah buka! Biarkan aku masuk dan dengarkan aku!” teriak Myungsoo dari balik pintu.
“Aku membencimu! Berhenti berbicara! Namja brengsek! Lanjutkan aktivitasmu menciumnya!!!”
“Aku tidak menciumnya! Buka! Apa aku harus mendobraknya?”
“Aku tak perduli!”
“Aakkk Suzy-ah tolong aku kumohon! Hidungku mengeluarkan banyak darah, lupakan amarahmu sesaat, jeball.. Aakkk..” teriaknya lagi.
Berdarah? Ada apa dengannya? Kubuka pintu kamarku segera dan dia.. tepat berdiri dihadapanku dalam keadaan sehat sentosa!
“Dengarkan aku!” ia menggenggam erat kedua tanganku, terlalu erat.
“Apa yang harus kudengar? Kurasa tidak ada!”
“Bila saja kau langkahkan kakimu beberapa langkah lagi kedepan maka kau akan melihat jika aku sedang meniup matanya yang kelilipan bukan menciumnya yeobo-ah.. Kau harus percaya padaku! Kembali ke kantor dan tanyalah padanya bila tidak percaya..”
“Bohong!!”
“Kau tahu seberapa besar aku mencintaimu meski aku tak mengatakannya kan?” ia mencengkram erat kedua bahuku.
“Aku tak mungkin berselingkuh, aku tak mungkin mendaratkan bibirku di bibir wanita lain selain dibibirmu” ucapnya lagi yang terdengar sangat tulus. Ia mensejajarkan wajahku dengan wajahnya yang sejak tadi menatap ke arah lain.
“Jangan marah padaku, jeball..” ia mengecup bibirku cepat lalu melumatnya lembut. Belum sempat aku membalasnya kudorong tubuhnya menjauh..
“Waeyo?”
“Aku.. aku.. mual.. hueekk..” tiba-tiba rasa mual yang berlebih menderaku. Dengan kilat aku berlari menuju toilet, aku tak kuat menahannya.
“Kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.
“Perutku sangat mual”
“Mual? Apa mungkin? Yeobo-ah apa kau telat?”
“Hampir 2 minggu sepertinya..”
“Omo.. omo.. omo.. kita ke dokter sekarang juga!”

“Tn. Kim istri anda mendapat giliran kedua, setelah pasien didalam keluar kalian bisa masuk kedalam” ucap seorang suster pada kami.
“Ne, kami mengerti. Gamsahamnida..” Myungsoo oppa tersenyum pada suster tersebut.
Klekk.. Pintu tersebut akhirnya perlahan terbuka, itu artinya sekarang giliran kami. Myungsoo menggandeng erat tanganku hendak masuk ke ruang pemeriksaan. Sampai di depan pintu ternyata yang keluar dari dalam ruangan tersebut adalah..
“Minho hyung..?”
“Jiyeon unnie..?”
“Myungsoo..?”
“Suzy..?”
“Kalian….?”

_END_

Iklan

16 thoughts on “Our Bad or Good Marriage Life?? [Twoshoot-Part 2]

  1. Wah…seruuu..cb bl d lnjut..
    myungzy yg pny ank..
    minji jg…d tmbah cast mmber grup msing“…kkk
    berhyl msing“ jja x ea…
    next story be waiting..

  2. hahaha, gokill ..
    Myung dasarr kauu byuntae 🙂 seneng bngedd maa part nii, koo ga di jaddiin chapter jaa sii ?? Pdahall seruu looh ..

  3. Hahaha kocaaak! Segalanya barengan! Lucu ihhhh tapi kok ujungnya berasa gantung yaa? Sayang ih terusin eon, biar aku tau kehidupan setelah mereka punya anaknya gituu, kan lucu heheeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s