My Ice Prince Myungsoo [Part 2]

Untitled-2

 

 

  • Title : My Ice Prince Myungsoo Part 2
  • Script Writer : Kim Soo Kyung
  • Main Cast : #Bae Suzy #Kim Myungsoo
  • Support Cast : Find by your self
  • Genre : Marriedlife, Romance, Etc.
  • Length : Short Story/ Short Chapter
  • Disclaimer : Pertama kalinya buat  FF yang bagian akhirnya ada kata “TBC” , biasanya cuma main diseputaran oneshoot 😀 semoga FF ini bisa diterima, maaf kalau kurang memuaskan : )

 

Previous Part : [Part 1]

 

==Part 2==

 

“Ayo” ucap Myungsoo.

“Aa..ayo? Uu.. untuk apa?” tanya Suzy gugup. Jantungnya berdegup kencang. Tidak ini terlalu dekat, sungguh! Myungsoo tak menjawab pertanyaan Suzy, perlahan ia mulai memajukan wajahnya mendekat ke wajah Suzy.

“Tidak! Tidak mungkin sekarang! Aku belum siap! Kumohon jangan mendekat lagi! Ini terlalu dekat! Menjauhlah sekarang juga, jeball!” entah apa yang Suzy pikirkan terhadap Myungsoo sekarang tapi setidaknya rentetan kalimat itulah yang sedang bergemuruh dalam hatinya tapi ia sama sekali tak berdaya untuk mengeluarkannya melalui mulutnya sendiri. Myungsoo? Sedikit demi sedikit ia telah berhasil menghapus jarak antara wajahnya dan wajah Suzy. Dan pada akhirnya…

Cuup..

Myungsoo mengecup singkat dahi Suzy.

“Tidurlah” ucapnya singkat lalu menggerakkan tubuhnya untuk berbaring di ranjang, sedangkan Suzy, lagi-lagi ia membulatkan matanya lebar melihat apa yang Myungsoo lakukan baru saja.

“Babo! Apa yang kau pikirkan tadi Suzy-ah? Bisa-bisanya kau berpikir seperti itu? Ia bahkan hanya mengecup dahimu lalu berkata ‘tidurlah’, aahhhh!” Suzy merutuki pikiran bodohnya itu dalam hati.

“Apa yang kau pikirkan?”

“Ah? A..ani.. aku tidur sekarang”

Kini Suzy ikut berbaring seperti Myungsoo. Myungsoo disisi bagian kanan dan Suzy disisi bagian kiri. Ada satu bantal guling yang terletak ditengah mereka sebagai pembatas, Suzy yang meletakkannya tadi. Jujur saja, ia merasa sangat gugup. Ini yang pertama baginya, ia tidak sendiri sekarang, ia harus berbagi ranjang dengan laki-laki yang menjadi suaminya kini.

Wuss..

Myungsoo mengambil guling itu dan melemparkannya dengan ringan ke lantai.

“Apa yang kau lakukan?Eoh?” Suzy menatap tajam Myungsoo.

“Sempit” jawab Myungsoo ringan seraya menekuk kedua tangannya keatas dan menggunakannya sebagai alas untuk kepalanya. Suzy tampak mengerucutkan bibirnya kedepan.

“Maksudmu aku menghabiskan banyak tempat?”

“Bukan kau tapi guling itu”

“Tidurlah” tambah Myungsoo.

“Kau sendiri tidak tidur”

“Aku hanya butuh waktu lima menit untuk benar-benar tertidur jadi kau tidur duluan!” perintah Myungsoo.

Suzy menuruti perkataan Myungsoo dan mulai membenahi posisinya, ia berbaring menghadap kesamping dan tidur membelakangi Myungsoo sedangkan Myungsoo, dia sedang sibuk menatap langit-langit kamar sembari mengerjap-erjapkan kedua matanya secara teratur. Dalam waktu lima menit bisa tertidur dengan lelap? Myungsoo berbohong! Pada kenyataannya ia salah satu dari sekian banyak manusia yang menderita Insomnia, tidur jam 2 atau bahkan jam 3 pagi dan jam 8 ia sudah harus berangkat ke kantor, poor Myungsoo!

Plukk..

Sebuah tangan tiba-tiba melingkar diperut Myungsoo, ia belum tau kebiasaan Suzy yang satu ini. Suzy tak akan pernah bisa tidur di satu titik daerah saja, tubuhnya akan menjelajahi setiap inci ranjang tidurnya saat ia tertidur kecuali jika ada penghalang seperti saat ini.

Myungsoo terdiam, memperhatikan setiap detail wajah cantik Suzy yang saat ini hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Ragu-ragu tapi mau? Ia mulai menggerakkan tangannya, mengusap lembut pipi kanan Suzy. Sebuah senyuman tipis tersungging dibibirnya, bagaimanapun juga ia adalah laki-laki normal.

“Selamat malam yeo..bo..” Myungsoo memajukan sedikit wajahnya kedepan, 1 inchi lagi saja maka ia akan berhasil memperoleh first kiss nya dengan Suzy, dan kini ia benar-benar melakukannya. Kedua bibir mereka sudah benar-benar menyatu sekarang. Ciuman lembut namun sangat dalam Myungsoo berikan pada Suzy.

Suzy merasakan sesuatu, ada yang aneh ia rasakan pada bibirnya hingga membuatnya harus membuka mata. Matanya terbelalak kaget tapi ia tak mampu berkata, bibirnya sedang terkunci! Ia dapat melihat bagaimana mata Myungsoo yang sedang terpejam dan merasakan bagaimana bibir Myungsoo yang sedang bermain diatas bibirnya. 30 detik pasca Suzy membuka matanya, Myungsoo baru menyadari. Matanya membulat saat melihat Suzy tidak lagi tertidur tetapi matanya sedang terbuka lebar dengan tatapan blank? Atau kaget? Dengan cepat ia melepaskan ciuman itu, menarik selimut yang sebelumnya ada dibawah kakinya hingga atas dan menenggelamkan kepalanya dalam-dalam dibalik selimut itu. Malu? Sepertinya lebih dari kata malu yang Myungsoo rasakan saat ini! Suzy? Ia tak peduli dengan apa yang Myungsoo lakukan, pikirannya masih terfokus pada bibirnya, meraba bibirnya atas dan bawah, entah apa yang ingin ia pastikan pada bibirnya itu.

 

===

 

“Jam berapa kau bangun tadi pagi untuk menyiapkan sarapan ini?” tanya Myungsoo kikuk pada Suzy yang saat ini duduk saling berhadapan dengannya di meja makan.

“Pengecut!” sambar Suzy.

“Mwo?”

“Sebutan apa yang pantas ku berikan pada laki-laki yang beraninya hanya mencium seorang gadis disaat gadis itu sedang tertidur dan saat aksinya itu dipergoki, laki-laki itu justru hanya bisa bersembunyi dalam-dalam dibalik sebuah selimut besar tanpa mengucapkan kata-kata apapun?” sindir Suzy.

Myungsoo tak bisa menjawab, ia salah tingkah sendiri mendengar kalimat Suzy.

“Aku.. aku.. berangkat!” Myungsoo menghentikan makannya, tak ada jalan lain untuk menghindar selain pura-pura harus berangkat sekarang juga. Ia berdiri dari tempatnya, bergerak sedikit untuk mengambil tas kerja yang ia letakkan disamping saat sarapan tadi dan berjalan menuju pintu ruang tamu.

“Tunggu!” cegah Suzy saat Myungsoo sudah melangkahkan kakinya hingga setengah perjalanan menuju teras depan. Ia melangkah mendekat dan berdiri tepat didepan Myungsoo.

“Aku, ini pengalaman pertamaku menjadi seorang istri dan aku masih dalam tahap belajar, tapi setidaknya aku sering melihat eomma melakukan ini” perlahan Suzy mulai menarik dasi yang memang sejak tadi hanya terselempaang begitu saja di kerah baju Myungsoo kemudian mulai memasangkannya pada kemeja putih yang Myungsoo kenakan pagi ini.

“Aku ingat, setelah eomma selesai memasangkan dasi untuk appa, appa akan meraih wajah eomma kemudian mengecup mesra dahinya, baiklah,,1..2..3..” Suzy bermonolog ria dalam hati.

“Gomawo” Myungsoo melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda setelah Suzy selesai memasangkan dasi untuknya.

Suzy melongo tak percaya, ia mentertawai dirinya sendiri. Myungsoo adalah Myungsoo dan Ayahnya adalah Ayahnya! Jangan membandingkan mereka karena mereka 2 orang yang berbeda. Tapi bagaimana Suzy bisa berharap mendapat sebuah kecupan dari laki-laki dingin seperti Myungsoo? Suzy tersenyum geli bila harus menjawab pertanyaannya sendiri. Ia menatap punggung Myungsoo yang semakin lama semakin menjauh dari dirinya. Namun, dilihatnya langkah Myungsoo yang tiba-tiba berhenti dan berbalik mendekat ke arah Suzy lagi.

“Sejak tadi aku tak bisa berhenti memikirkannya”

“Kau? Bisa berfikir? Hanya mengucapkan kata ‘ya’, ‘tidak’, ‘emm’ kupikir tidak perlu banyak berfikir kan?”

“Aku tersinggung dengan kata-katamu” Suzy mengerutkan dahinya mendengar ucapan Myungsoo, ada kata yang salah ia ucapkan tadi?

“Aku bukan pengecut!” Myungsoo menarik tengkuk Suzy kedepan kemudian mengecup bibir Suzy dalam. Tak lama, mungkin 5 detik kemudian ia melepaskannya.

“Aku berangkat” Myungsoo membalikkan badannya dan berjalan pergi, kedua sudut bibirnya sedikit terangkat menghasilkan sebuah lengkungan tipis.

Suzy, lagi-lagi matanya membulat lebar karena Myungsoo, ia memegang bibirnya, menatap tak percaya kearah laki-laki itu yang kini sudah semakin jauh melangkah. Bila saja ia menuju cermin sekarang maka ia akan melihat kedua pipinya sedang memerah.

 

<> 

“Wanita jalang”

“Mwo?”

“Sebutan apa yang pantas kuberikan pada seorang wanita yang dengan sengaja memakai rok 20 cm diatas lutut dan kemeja transparan dengan kancing yang sengaja ia lepas dibagian dadanya?”

“Tn. Kim!”

“Pelajari dulu aturan-aturan yang harus kau patuhi sebelum kau bekerja diperusahan ini terlebih untuk menjadi sekretarisku”

“Neo!”

“Krystal-ssi kau dipecat..”

“K..kau memecatku?”

“Kau bisa mengambil gajimu dibagian keuangan sekarang”

“Tn. Kim, anda akan menyesal!!” wanita itu, Krystal. Dengan wajah yang merah padam meraih tas kerjanya yang terletak diatas mantan meja kerjanya kini tepat didepan meja kerja Myungsoo kemudian pergi meninggalkan ruangan yang dianggapnya memuakkan itu.

Ia menghentikan langkah kakinya saat melihat seorang perempuan berambut panjang yang asing baginya hendak masuk ke dalam ruangan Myungsoo. Perempuan itu Suzy!

“Kau, bila kau datang kesini untuk melamar menjadi sekretaris laki-laki dingin dan gila itu aku sarankan kau untuk berpikir dua kali. Lebih baik kau cari perusahaan lain saja”

“Eoh? Waeyo?” Suzy berusaha menjadi orang yang tidak tau permasalahan, padahal ia mendengar semuanya sejak tadi.

“Asal kau tahu, aku adalah sekretarisnya yang ke-15! Banyak yang tak betah menjadi sekretarisnya, dan aku menyesal pernah menjadi sekretarisnya walau hanya 2 minggu!” Krystal meluapkan kekesalannya pada Suzy.

“Lihat! Apa penampilanku seperti wanita jalang eoh?” tambah Krystal lagi.

“A..ani..” ucap Suzy dengan tawa yang berusaha ia tahan agar tidak pecah dihadapan wanita tersebut.

“Good! Kau tau fashion! Laki-laki itu terlalu kuno dan tidak modern!”

“Ah, ne.. terimakasih sudah mengingatkanku, aku akan melamar diperusahaan lain nanti” ucap Suzy seraya membungkukkan badannya hingga Krystal benar-benar sudah pergi. Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dan perlahan tangannya bergerak mengetuk pintu ruangan Myungsoo. Ini adalah perusahaan appanya, namun semenjak appanya pergi perusahaan ini dialihkan pada Myungsoo yang katanya satu-satunya orang kepercayaan Tn. Bae. Kenapa bukan Suzy? Sejak awal Suzy menolaknya, ia tidak mau bekerja dibawah bayang-bayang appanya, ia ingin mandiri dengan bekerja diperusahaan lain dimana ia bisa merintis karirnya dari bawah. Ia ingin sukses dengan jalan dan usahanya sendiri!

Tok.. Tok.. Tok..

Suzy mulai mengetuk pintu ruangan Myungsoo.

“Krystal-ssi, kau tahu aku paling tidak suka terlalu banyak bicara kan? Apa kata-kataku masih kurang jelas ditelingamu?” sahut Myungsoo dari dalam ruangannya.

“Jadi aku harus pergi sekarang?” ucap Suzy setelah pintu itu ia buka sedikit dan mendorong sebagian kepalanya masuk. Bila mengingat kejadian tadi pagi, Suzy sebenarnya masih merasa canggung harus melihat wajah Myungsoo tapi entah kenapa kakinya membawanya kesini lengkap dengan sebuah rantang berisi makan siang yang ia siapkan khusus untuk Myungsoo.

“Su..zy?” Myungsoo tampak kaget.

Suzy melangkah maju, menggeret kursi yang sebelumnya adalah milik Krystal ke meja Myungsoo dan meletakkan rantang yang ia bawa diatas meja.

Takkk..

Suzy melemparkan sebuah pulpen yang ada di meja tepat ke dahi Myungsoo.

“Appo!” Myungsoo mengusap-usap dahinya sendiri.

“Begitukah caramu memecat sekretarismu,eoh? Bila aku adalah wanita itu maka sebelum aku pergi kupastikan kemejamu ini sudah robek dan kau akan pulang dengan bertelanjang dada!” Suzy melipat kedua tangannya didada.

“Dia salah”

“Kau juga salah!”

“Apanya yang salah?”

“Caramu memecatnya yang salah!”

“Tidak”

“Kim Myungsoo! Kau tahu tidak? Aku adalah yeoja yang banyak bicaranya!”

“Aku tau”

“Kau tau? Lalu apa kau tahu kalau belakangan ini aku berusaha tidak banyak mengeluarkan bahan pembicaraanku karena aku menghormatimu yang tidak suka banyak berbicara?”

“Tentu saja”

“Kau tahu juga? Lalu apa kau tahu aku sangat tak nyaman saat berbicara denganmu?”

“Sekarang aku sudah tau”

“Aku tak perduli bagaimana kau berbicara dengan orang lain tapi bisakah tambah sedikit saja kata-katamu saat kau berbicara denganku? Bisakah membuatku sedikit lebih nyaman saat kita berdua sedang berbicara? 1 kalimat 3 sampai 4 kata kurasa cukup, bagaimana?”

Myungsoo menatap Suzy sejenak.

“Kucoba”

“Haahh, baru saja kau kuceramahi tapi tetap saja!” Suzy menghembuskan nafasnya berat.

“Akan kucoba Suzy-ah” Myungsoo mengulangi jawabannya tadi dengan kalimat yang lebih panjang, terdengar nada canggung pada kalimatnya tadi namun hal itu membuat Suzy tersenyum puas.

“Kau belum makan siangkan?”

“Emm” gumam Myungsoo membuat Suzy mendelikkan matanya.

“Iya aku belum makan” ulang Myungsoo dan membuat Suzy kembali tersenyum.

“Sekarang kau harus makan masakanku” tangan Suzy mulai bergerak untuk melepaskan 1 demi 1 tumpukan rantang yang sudah ia siapkan tadi dan memberikannya pada Myungsoo.

“Kau sendiri sudah makan?”

“Aku tidak lapar”

“Kalimat itu terlalu sering kau ucapkan”

“Tapi aku memang tidak lapar!”

“Kalau begitu aku juga tidak makan”

“Haahh, baiklah aku makan! Cepat kau makan, aku tak mau waktu dan tenagaku yang kuhabiskan saat memasak semua ini terbuang sia-sia!”

“Emm”

 

===

 

Tap.. tap.. tap..

Derap langkah kaki Suzy terdengar pelan dan seirama, saat ini ia sedang berada di kantor Myungsoo. Tak ada sesuatu yang penting, hanya ingin memberi kabar kalau besok ia sudah harus bekerja. Sebelumnya Suzy memang mengambil cuti karena ia harus menjaga appanya dirumah sakit dan sekarang masa cutinya sudah berakhir. Bila ingin menghemat energi Suzy bisa saja mengabarinya dirumah setelah Myungsoo pulang atau mungkin lewat pesan, namun energi dalam tubuhnya justru tersimpan terlalu banyak karena beberapa hari ini ia hanya berdiam diri dirumah seperti anak rumahan, jadi tak ada salahnya sekarang ia sedikit menghirup udara luar walau itu hanya sekedar pergi menemui Myungsoo ditempat kerjanya. Kini ia tepat berada di depan pintu ruangan Myungsoo,tangannya terulur kedepan untuk memutar knop pintu tersebut, namun niat itu ia urungkan saat mendengar ada suara di dalam sana, bukan suara Myungsoo! Suara seorang perempuan!

“Myungsoo oppa, aku..aku.. aku hamil”

=TBC=

Iklan

20 thoughts on “My Ice Prince Myungsoo [Part 2]

  1. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [ Part 6 ] | SuzyBae's World Fanfiction

  2. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [Part 5] | SuzyBae's World Fanfiction

  3. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [Part 3] | SuzyBae's World Fanfiction

  4. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [Part 4] | SuzyBae's World Fanfiction

  5. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [ Part 7 ] | SuzyBae's World Fanfiction

  6. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [ Part 8 ] | SuzyBae's World Fanfiction

  7. Ping balik: My Ice Prince Myungsoo [ Part 9 ] | SuzyBae's World Fanfiction

  8. Nah loh yeoja yg bilang hakil nugu,.
    pa itu anak myung,.
    aish suxy oadti salah paham ,.
    makin menarik thor ffx suka….suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s